konvensionalselama ini, yang mendasarkan kepada sumber-sumber hukum acara yang ada (terutama HIR) misalnya dalam sengketa 1 N.H.T. Siahaan, Hukum Lingkungan, Pancuran Alam, Jakarta, 2009, hal.259 2 Ibid, hal. 259-260 kerugian yang bersifat masal (mass victim), dapat dilakukan dengan gugatan perwakilan (class action)¸ Sedangfaktor-faktor yang merupakan sumber kekuatan berlakunya hukum secara formal artinya ialah, dari mana hukum itu dapat ditemukan , dari mana asal mulanya hukum, di mana hukum dapat dicari atau di mana hakim dapat menemukan hukum sebagai dasar dari putusannya. Menurut Achmad Ali sumber hukum adalah tempat di mana kita dapat menemukan hukum. Dilansirdari Encyclopedia Britannica, faktor pertumbuhan penduduk alami yg menyebabkan kepadatan penduduk adalah kelahiran tinggi dan kematian rendah. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu proses sosial yg terjadi di masyarakat akan terbentuk apabila ada proses? beserta jawaban penjelasan dan Sumberdaya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih Verifikasijawaban pada pertanyaan Faktor alam yang menyebabkan Jepang kaya akan sumber daya perikanan adalah? melalui sumber buku, artikel, jurnal, dan blog yang ada di internet. Jadi, jawaban dari pertanyaan Faktor alam yang menyebabkan Jepang kaya akan sumber daya perikanan adalah? tidak perlu diragukan lagi. Pengertian Faktor, Contoh dan Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia. Keberagaman Budaya adalah salah satu materi yang dipelajari di Kelas 11 tepatnya di Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Pada artikel kali ini saya akan membahas semua materi tentang Keberagaman budaya di Indonesia. 1 Meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) Dengan meningkatnya sumber daya manusia di Indonesia, penduduk Indonesia bisa memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia tanpa harus membutuhkan tenaga kerja asing atau luar. Sebaliknya malah Indonesia bisa mengirimkan tenaga kerjanya keluar negeri karena disebabkan tenaga kerja yang melimpah. 2. A Masalah Umum Pendidikan di Indonesia. Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam TAP MPR RI No. II/MPR/1993 dijelaskan bahwa program utama pengembangan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut. Sengketayang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam . Sedangkan menurut Kepala BPN Pusat, setidaknya ada tiga hal utama yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah: [15] Persoalan administrasi sertifikasi tanah yang tidak jelas, akibatnya adalah ada tanah yang dimiliki oleh dua orang dengan memiliki sertifikat masing-masing. sebagaisumber daya. Lahan adalah suatu ruang di permukaan bumi yang secara alamiah dibatasi oleh sifat-sifat fisik serta bentuk lahan tertentu. Sumberdaya lahan adalah lahan yang di dalamnya mengandung semua unsur sumberdaya, baik yang berada di atas maupun yang berada di bawah permukaan bumi (Djauhari Noor , 2006). Kelangkaanadalah suatu keadaan dimana sumber daya yang tersedia kurang dari jumlah yang dibutuhkan atau sumber daya tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Kelangkaan atau biasa juga disebut Scarcity merupakan inti masalah ekonomi. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya kelangkaan adalah : 1. terbatasnya jumlah sumber daya alam atau factor alam Faktoryang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah banyaknya dermaga pelabuhan di Sungai Mekong 11. Indonesia yang dilalui oleh jalur Sirkum Pasifik & Mediterania dan Filipina yang dilalui oleh jalur Sirkum Mediterania menyebabkan kedua negara ini memiliki cadangan sumber daya energi dan mineral yang sangat tinggi, termasuk cadangan energi Wilayahpesisir Indonesia merupakan wilayah dengan potensi yang tinggi, baik segi sumber daya alam maupun manusia yang keduanya dapat dikelola dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir juga sebagai tempat tumbuh dan berkembang suatu wilayah permukiman. Merupakansumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan dan membutuhkan waktu sangat lama untuk diperbaharui, Contohnya, bahan mineral, batu bara, minyak bumi,dan gas alam. 2. Sumber daya alam berdasarkan sifatnya. a Sumber daya alam fisik, merupakan sumber daya alam yang tersedia,dengan jumlah melimpah. Contohnya tanah, air, udara, sinar matahari. Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia A2FY. Faktor-faktor yang menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam adalah karena letak astronomis negara kita yang berada di iklim tropis menyebabkan sangat kayanya keaneka ragaman hayati, secara geologis Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudra dan dilalui 2 pegunungan mediterania dan sirkum pasifik, dan wilayah laut Indonesia yang sangat BrainlyLovers!Apa kabar? Semoga selalu sehat, semangat dan tetap fokus yakKali ini kita akan bersama-sama membahas sebuah kajian yang berkaitan dengan geografi. Tema kajian kali ini adalah mengenai sumber daya alam di Indonesia. Jadi apa sih faktor yang menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam? Ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia kaya akan sumber daya alam yaitu1. Faktor astronomis, Indonesia berada di wilayah tropis dimana keadaan flora dan fauna sangat bervariasi. 2. Faktor geologis, Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudera yang menyebabkan potensi wilayah ini sangat strategis untuk dimanfaatkan. Kemudian Indonesia dilalui 2 pegunungan yaitu sirkum pasifik dan mediterania yang menyebabkan wilayah kita banyak dilalui gunung api3. Keadaan kelautan Indonesia yang sangat kaya dan bervariasi. Ikan, karang dan kepulauan di Indonesia sangat menarik untuk dikunjungiMungkin itu duku ya dan semoga bermanfaatPelajari Lebih LanjutJika masih ingin belajar dan membuka cakrawala lebih luas lagi bisa coba buka link-link yang tersedia berikut ini yaKajian tentang langkah strategis yang dikembangkan untuk mengatasi masalah ketahanan pangan yang disepakati dalam world food summit di roma pada November 1996 bisa buka link tentang sumber daya alam berdasarkan bentuknya bisa cek pada tentang planet-planet dan julukannya bisa cek pada jawaban Kelas 7 Mapel Geografi Bab Potensi Sumber Daya Alam IndonesiaKode Kata Kunci Indonesia Kaya, Potensi Sumber Daya Alam Eksploitasi terhadap sumberdaya alam Indonesia yang dilakukan sejak tahun 1960an telah membawa manfaat ekonomi bagi negara, namun demikian sering terjadi pula kerugian bagi lingkungan hidup serta masyarakat di daerah-daerah yang kaya akan sumberdaya alam, sedemikian rupa sehingga memicu ketegangan sosial dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. Indonesia perlu mengelola sumberdaya alamnya dengan cara yang lebih adil dan berkelanjutan daripada yang telah dilakukannya di masa lalu. Eksploitasi terhadap sumberdaya seperti kayu dan mineral di masa pemerintahan Presiden Soeharto didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang ada hubungannya dengan para elit pada rezim yang berkuasa. Meski secara formal merupakan hal yang sah, eksploitasi tersebut kerap tidak menghiraukan masyarakat serta lingkungan setempat, dan marak dengan korupsi kedinasan dan pelanggaran-pelanggaran. Hal tersebut menciptakan kondisi bagi konflik yang disertai kekerasan pada daerah berhutan seperti Kalimantan Tengah, dimana benturan budaya antara pribumi Dayak dan pendatang asal Madura berakibat pada pembantaian terhadap lebih 500 orang Madura di awal tahun 2001 dan terusirnya ribuan lagi dari daerah tersebut. Saat ini Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan model bagi pengelolaan sumberdaya yang tidak begitu merusak, akan tetapi malah terjadi peningkatan pesat pengambilan sumberdaya secara tidak sah di seluruh negara sejak tahun 1998. Bentuk-bentuk pengambilan ilegal tersebut adalah penebangan kayu, penambangan dan penangkapan ikan, dan itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum ataupun pelaku “liar” yang bertindak diluar hukum. Kesemuanya itu berakibat pada pengrusakan terhadap lingkungan, pengurangan pendapatan negara, serta timbulnya kemungkinan letusan konflik di masa depan. Dalam kasus penebangan kayu, permasalahannya telah menjadi sedemikian berat sehingga sebagian besar dari hutan Indonesia terancam musnah dalam kurun waktu satu dasawarsa. Industri sumberdaya ilegal dilindungi dan kadangkala bahkan diatur oleh oknum-oknum korup diantara pegawai negeri sipil, aparat keamanan dan legislatif. Industri tersebut memanfaatkan kegundahan rakyat miskin yang merasa tidak ikut menikmati sumberdaya alam di masa Soeharto, akan tetapi sebagaimana pada eksploitasi yang dilegalisir di masa lalu, pada umumnya yang diuntungkan adalah sebuah kalangan kecil pengusaha dan pejabat korup. Oleh karenanya hal tersebut bukan saja merupakan permasalahan lingkungan hidup, melainkan juga menyangkut kepemerintahan dan tindak kejahatan. Pemerintah Indonesia telah membuat komitmen untuk menanggulangi pengambilan sumberdaya alam secara ilegal, dan dalam kasus penebangan hutan kini mengalami tekanan yang besar dari donor dan pemberi pinjaman di luar negeri serta gerakan LSM di dalam negeri. Meski pejabat yang berwawasan reformasi belum lama berselang telah mencapai berbagai kemajuan, pemerintah masih harus menempuh jalan yang panjang untuk dapat membalikkan arus. Hal tersebut dikarenakan skala geografis dan tingkat kerumitan dari pengambilan sumberdaya yang ilegal, serta terlibatnya banyak pejabat dan anggota legislatif dalam kegiatan ilegal tersebut. Permasalahannya bersumber pada lembaga negara yang bertanggungjawab untuk mengatur pemanfaatan sumberdaya. Kendati ada beberapa pejabat yang jujur dan berdedikasi, korupsi dan rasa apatis masih marak. Dalam hal keterlibatan aparat keamanan, keuntungan yang diraih dari perdagangan ilegal sumberdaya merupakan sumber utama dana operasional serta harta pribadi. Koordinasi diantara lembaga negara masih lebih sering buruk, dan keadaan ini telah diperumit oleh desentralisasi otonomi daerah, yang mendorong beberapa pejabat daerah untuk menentang pengarahan dari Jakarta dan bahkan mengenakan pajak atas penebangan dan penambangan liar. Namun demikian masih terlihat secercah harapan, terutama pada sikap lebih tegas yang diunjukkan Departemen Kehutanan terhadap penebang liar. LSM-LSM dan donor luar negeri telah melakukan kerjasama dengan masyarakat setempat pada beberapa daerah yang kaya sumberdaya, untuk membujuk mereka agar tidak ikut serta dalam pengambilan yang tidak berkesinambungan, dengan hasil yang beragam. Beberapa anggota masyarakat menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengambilan semacam itu. Akan tetapi daya tarik untuk meraih keuntungan dengan cepat terasa sangat kuat dan secara meluas belum ada kesadaran mengenai dampak-dampak jangka panjang, yang antara lain bisa menimbulkan erosi dan banjir yang membahayakan dalam hal penebangan, pencemaran yang bersumber dari penambangan, serta menciutnya persediaan ikan akibat penangkapan ikan. Pengaruh pejabat yang korup serta kepentingan pengusaha pada tingkat lokal juga sangat kuat, yang berarti perubahan sikap tidak mungkin terjadi dalam waktu yang singkat. Selain menindak para pelaku dan pendukung pengambilan sumberdaya secara ilegal, pemerintah juga perlu memperhatikan sumber-sumber permintaan untuk sumberdaya tersebut. Dalam hal perkayuan, ini berarti menciutkan industri perkayuan Indonesia, yang tumbuh sedemikian besar pada peningkatan ekonomi yang terjadi di pertengahan 1990an sehingga pada saat ini industri itu mengkonsumsi kayu dalam jumlah yang lebih besar dari yang dapat dipasok hutan-hutan di Indonesia dengan cara yang sah. Lembaga negara yang melihat industri tersebut semata-mata dari sudut pandang komersial, terutama Departmen Perdagangan dan Industri serta BPPN, perlu menyadari bahwa apabila industri tersebut tidak diperkecil skalanya, maka sumber bahan baku yang tersisa yang berasal dari dalam negeri bisa habis, dengan akibat yang dahsyat. Negara-negara yang mengkonsumsi sumberdaya asal Indonesia juga sangat bertanggungjawab untuk mencegah impor komoditas yang pengambilannya dilakukan secara ilegal. Dalam kasus perkayuan, pemerintah-pemerintah dan perusahaan di Asia Tenggara, Asia Timur Laut dan dunia Barat kesemuanya harus bertindak lebih banyak lagi. Khususnya Malaysia perlu mematahkan perdagangan lintas perbatasan menyangkut kayu asal Indonesia yang di tebang secara ilegal. Hanya segelintir pakar percaya bahwa mengakhiri pengambilan sumberdaya secara ilegal di Indonesia merupakan tugas yang mudah ataupun singkat, mengingat skala permasalahannya serta berakarnya secara mendalam pada korupsi kedinasan dan politik patronase. Banyak yang pesimis bahwa arus dapat dibalikkan sebelum terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terhadap hutan-hutan. Namun demikian, upaya pejabat yang reformis serta LSM-LSM setempat memberi isyarat bahwa apabila pemerintah mampu menjalankan kemauan politik yang diperlukan untuk menanggulangi kepentingan terselubung dalam jajarannya, maka sesungguhnya belum terlambat untuk paling tidak mengendalikan skala kerusakan dan melindungi sebagian aset alam di Indonesia bagi generasi mendatang. Jakarta/Brussels, 20 Desember 2001 The exploitation of Indonesia’s natural resources since the 1960s has brought economic benefits to the country, but it has often damaged the natural environment and society in resource-rich areas in a way that fosters social tensions and has led to violent conflict. Indonesia needs to manage its natural resources in a way that is fairer and more sustainable than in the past. The exploitation of resources like timber and minerals during the rule of President Soeharto was dominated by companies connected to the regime elite. Though formally legal, this exploitation was often heedless of local communities and the environment and permeated by official corruption and rule-breaking. It created the conditions for violent conflict in forested areas like Central Kalimantan, where a culture clash between indigenous Dayaks and ethnic Madurese immigrants led to a massacre of more than 500 hundred Madurese early in 2001 and the expulsion of thousands more from the region. Indonesia now has an opportunity to develop a less damaging model of resource management, but instead there has been a rapid upsurge of illegal resource extraction across the country since 1998. The major forms of illegal extraction are logging, mining and fishing, and they can be organised by licensed companies who violate the law or by “wild” operators who act outside it. All of these damage the environment, deprive the state of revenues and raise the spectre of future conflict. In the case of logging, the problem is so serious that it threatens to destroy some of Indonesia’s largest forests within a decade. The illegal resource industry is protected and sometimes even organised by corrupt elements in the civil service, security forces and legislature. It plays on the resentments of poor people who feel they were excluded from natural wealth during the Soeharto era but, like the legalised exploitation of the past, it mainly benefits a small circle of businesspeople and corrupt officials. It is thus a problem of governance and crime, not only of the environment. The Indonesian government has committed itself to dealing with illegal resource extraction and, in the case of logging, has come under heavy pressure to do so from foreign donors and lenders and from the NGO movement at home. Although reformist officials have made some gains recently, the government is still a very long way from turning the tide. This is because of the vast geographical scale and complexity of illegal resource extraction, and because of the complicity in illegal activities of many officials and legislators. The problems begin with the state agencies responsible for regulating resource use. Although they contain some honest and dedicated officials, corruption and apathy run deep. In the case of the security forces, the profits drawn from the illegal resource trade are a major source of operational funds as well as personal wealth. Coordination between state agencies is often poor and a further level of complexity has been added by decentralisation, which has encouraged some local officials to resist directives from Jakarta and even to impose taxes on illegal logging and mining. There are scattered signs of hope, however, notably in the firmer line being taken by the Department of Forestry against illegal loggers. NGOs and foreign donors have worked with local communities in some resource-rich areas, trying with mixed results to persuade them not to take part in unsustainable extraction. Some community members are worried about the negative impacts of such extraction. However, the lure of quick profits is powerful and there is a widespread lack of awareness about long-term impacts, which can include erosion and deadly floods in the case of logging, pollution from mining and loss of stocks with fishing. The influence of corrupt officials and business interests at the local level is also strong, meaning that change in attitudes is unlikely to be rapid. As well as tackling the perpetrators and backers of illegal resource extraction, the government needs to address the sources of demand. In the case of timber this means downsizing the Indonesian wood products industry, which grew so big in the economic boom of the mid-1990s that it now consumes far more than can be legally supplied by Indonesia’s forests. State agencies which view this industry from a purely commercial perspective, notably the Department of Trade and Industry and the Indonesian Bank Restructuring Agency, need to appreciate that if it is not scaled back, it could deplete its remaining sources of domestic raw materials, with ruinous results. Countries which consume Indonesian resources also have a major responsibility to deter the import of illegally-extracted commodities. In the case of timber, governments and companies in Southeast Asia, Northeast Asia and the West all need to take more action. Malaysia, in particular, should crack down on massive cross-border trade in illegally-felled Indonesian timber. Few experts believe that ending illegal resource extraction in Indonesia will be an easy or a rapid task given the scale of the problem and its deep roots in official corruption and patronage politics. There is much pessimism that the tide can be turned on logging before irreparable damage is done to the forests. However, the efforts of reformist officials and local NGOs suggest that, if the government can find the necessary political will to overcome vested interests within its ranks, it is not too late at least to curb the scale of the damage and preserve some of Indonesia’s natural assets for future generations. Jakarta/Brussels, 20 December 2001 - Kegiatan pertanian adalah suatu kegiatan atau sektor ekonomi yang melibatkan budidaya tanaman, peternakan, dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini dilakukan untuk memproduksi makanan, pakan ternak, serat, dan bahan baku lainnya. Tujuan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri, serta menyediakan mata pencaharian bagi penduduk di wilayah pedesaan. Pertanian juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk pengolahan sumber daya alam. Sehingga, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan lahan pertanian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Nah, berikut faktor alami yang memengaruhi pertanian. "Pertanian memainkan peran penting dalam menyediakan pangan bagi populasi dunia, mempertahankan keberlanjutan lingkungan, dan mendukung perekonomian." Faktor Alami yang Memengaruhi Pertanian Berikut beberapa faktor alami yang memengaruhi pertanian, di antaranya 1. Iklim Iklim memiliki parameter atau unsur yang dapat diukur. Misalnya sawah tadah hujan yang bergantung pada ada tindaknya hujan di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Baca Juga 5 Jenis Alat Pertanian yang Digunakan Petani Faktor Yang Mempengaruhi Kekayaan Sumberdaya Alam di Indonesia dan Manfaatnya Sebaran Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia = – = – = Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Berbagai jenis barang tambang, hingga hasil pertanian dan perkebunan banyak tersebar di seluruh wilayah. Melimpahnya kekayaan alam ini sudah terkenal sejak zaman dahulu. Salah satu faktor yang membuat bangsa-bangsa barat pada era kolonialisme yang silih berganti berdatangan menjajah Indonesia adalah karena ingin menguasai kekayaan alam yang ada. Faktor yang Mempengaruhi Kekayaan SDA Indonesia Sumberdaya alam di Indonesia tersebar secara tidak merata. Ada wilayah-wilayah yang memiliki kekayaan tambang yang luar biasa banyak, ada pulau yang sedikit. Ada daerah pertanian yang luas dan subur, ada daerah perkebunan yang menghasilkan komoditi perdagangan untuk sumberdaya alam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa, antara lain Faktor GeologisSecara geologis wilayah Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng aktif dunia, yaitu Eurasia, Pasifik dan Indo Australia. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya berbagai macam mineral tambang di bawah IklimSecara astronomis Indonesia terletak di kawasan equator sehingga memiliki iklim tropis. Curah hujan yang tinggi menyebabkan berbagai jenis flora tumbuh subur membentuk ekosistem bioma hutan hujan tropis yang beraneka ragam, hutan musim tropik, hutan lumut dan sabana tropis. Keanekaragaman flora ini menjadi faktor yang menyebabkan spesies-spesies fauna juga beraneka GeomorfologisSecara geomorfologis wilayah Indonesia dilewati oleh dua jalur pegunungan Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik. Kondisi ini membuat morfologi/permukaan bumi yang bervariasi seperti dataran rendah, dataran tinggi dan gunung-gunung. Banyaknya gunung berapi menyebabkan berbagai wilayah Indonesia yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dan dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas budidaya pertanian dan MaritimSebagai negara maritim kawasan Indonesia mempunyai garis pantai atau pesisir. Banyaknya pulau yang memiliki pantai-pantai indah dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Wilayah laut yang luas juga memberikan potensi sumberdaya kelautan yang tinggi baik hayati ikan, rumput laut dll maupun non hayati gelombang, tambang minyak bumi. Manfaat Sumber Daya Alam Bagi Kehidupan Sebagai planet kehidupan bumi menyediakan berbagai sumber daya yang alam bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan banyak manfaat sumber daya alam bagi manusai, antara lain Sumber Bahan MakananManusia membutuhkan berbagai sumberdaya alam untuk dapat bertahan hidup. Alam memberikan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia seperti air, tumbuhan, dan hewan sebagai bahan makanan dan minuman. Contohnya adalah air bersih, sayuran, dan Bahan Bakar dan EnergiMinyak bumi, gas alam dan batubara yang terbentuk selama berjuta-juta tahun lalu bersama dengan pembentukan permukaan bumi menjadi sumber energi yang vital bagi kehidupan manusia. Selain itu ada sumber energi alternatif yang juga bisa dimanfaatkan seperti sinar matahari, angin, gelombang Ilmu dan Teknologi Bermacam-macam sumber dayaalam yang tersedia di bumi memberikan manfaat secara tidak langsung bagi manusia, misalnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Manusia akan terus berusaha dan berinovasi untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera dengan memanfaatkan sumberdaya alamMenjaga Keseimbangan AlamAlam menyediakan aneka ragam sumberdaya, namun kegiatan eksploitasi sumberdaya alam perlu dilakukan secara bijak untuk menjaga keseimbangan alam. Akan tetapi bila eksploitasi dilakukan secara berlebihan, justru akan merusak alam dan lingkungan. Sumber Referensi Hartono. 2009. Geografi 2 Jelajahi Bumi dan Alam Semesta. Jakarta Pusat Perbukuan DepdiknasIskandar, L. 2009. Geografi 2 Kelas XI SMA dan MA. Jakarta Pusat Perbukuan DepdiknasSudrajat, Nandang. 2013. Teori dan Pertambangan Indonesia. Jakarta Pustaka Yustisia = – = – = Terimakasih atas kunjungannya. Mohon kritik dan sarannya Selamat belajar. Semoga bermanfaat.

faktor yang menyebabkan kebendaan sumber daya alam di indonesia adalah